Pendopo Kabupaten Grobogan dipenuhi suasana haru, kebahagiaan, dan harapan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025, yang dihadiri ratusan penyandang disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Grobogan, Kamis (12/12).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, namun juga menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk berkarya, tumbuh, dan berdaya dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun pembangunan daerah.

Puncak acara berlangsung penuh emosional ketika bantuan diserahkan secara simbolis kepada para penyandang disabilitas. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Grobogan dengan berbagai mitra, disalurkan bantuan berupa 20 unit kursi roda, 200 paket sembako, 5 kaki palsu, serta 1 tangan palsu yang diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup penerima manfaat.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor bersama UPT Kementerian Sosial RI Sentra Margolaras Pati, BAZNAS Grobogan, Bank PD BKK Purwodadi, Bank Jateng, Bank Purwa Artha, Forum CSR Grobogan, serta manajemen CSR Hotel 21. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa upaya mewujudkan masyarakat inklusif membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga sosial.

Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif, setara, dan berkeadilan, serta memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses yang sama terhadap layanan, kesempatan, dan perlindungan sosial.

Langkah kecil hari ini diharapkan menjadi dampak besar bagi terwujudnya Grobogan yang ramah disabilitas, inklusif, dan berdaya.

 

 

Hari ini, Tim Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Grobogan melaksanakan rangkaian asesmen dan pendampingan di beberapa wilayah Kabupaten Grobogan. Kegiatan dibagi menjadi tiga tim yang bergerak pada sasaran berbeda, sebagai bentuk respon cepat atas kondisi kerentanan sosial masyarakat.

Tim 1 melaksanakan asesmen bagi seorang lansia dengan disabilitas ganda di Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung. Selain memberikan dukungan bantuan sembako, kasur, family kit, dan telasar, tim juga berkoordinasi dengan perangkat desa terkait pemutakhiran data dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Tak hanya itu, Dinas Sosial turut menggandeng Dinas Kesehatan agar dilakukan visit home untuk pengobatan jiwa oleh puskesmas setempat.

Sementara itu, Tim 2 melakukan asesmen terhadap lansia tunggal di Kelurahan Danyang. Pada kegiatan ini juga diberikan bantuan berupa sembako, kasur, family kit, dan telasar. Penerima manfaat telah terdata dalam DTSEN dan memperoleh program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Tim 3 melakukan pendampingan bersama UPT Kemensos Margolaras Pati di wilayah Kecamatan Pulokulon. Kegiatan difokuskan pada respon kasus satu keluarga penyandang disabilitas sensorik (tuna rungu–wicara). Empat anak perempuan dalam keluarga tersebut menerima bantuan alat bantu dengar, sedangkan orang tua memperoleh dukungan pemberdayaan sosial berupa sepasang kambing.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Grobogan menegaskan komitmen dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta pemberdayaan sosial bagi lansia rentan dan penyandang disabilitas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup serta mendorong keberfungsian sosial penerima manfaat di tengah masyarakat.

 

Dinas Sosial Kabupaten Grobogan turut menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Upaya Penanggulangan Kemiskinan untuk Mewujudkan Kesejahteraan” yang diselenggarakan oleh Bappeda Grobogan di Hotel Front One, Senin (24/11). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan lintas sektor dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Grobogan.

Dalam sesi pemaparan materi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Indri Agus Velawati, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pengelolaan data kesejahteraan masyarakat kini berbasis DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) sesuai amanat Inpres 4/2025 dan Permensos 3/2025. Melalui sistem baru ini, tata kelola data dan penerima bantuan sosial menjadi semakin terstruktur dengan ketentuan sebagai berikut:

  • BPS berperan sebagai pengelola data sekaligus menetapkan peringkat kesejahteraan masyarakat (desil).

  • Dinas Sosial berfungsi sebagai pengguna data, sehingga tidak dapat secara sepihak menentukan atau mencoret penerima bansos.

  • Pemeringkatan desil bersifat dinamis dan diperbarui setiap tiga bulan sekali.

  • Penetapan penerima bansos mengacu pada Kepmensos 79/2025 mengenai pemeringkatan keluarga penerima manfaat.

FGD juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemutakhiran data secara berkelanjutan. Masyarakat didorong aktif dalam proses ini melalui:

  • Pengusulan atau sanggahan penerima bantuan sosial melalui aplikasi Cek Bansos.

  • Pengajuan usulan dan pembaruan data dari desa melalui SIKS-NG sesuai mekanisme formal.

  • Verifikasi dan validasi data dilakukan berlapis hingga tingkat Kementerian Sosial dan BPS.

Dengan mekanisme tersebut, diharapkan terjadi perbaikan signifikan dalam menurunkan inclusion error (warga mampu yang masih menerima bantuan) serta mengatasi exclusion error (warga miskin yang belum terdata).

Implementasi DTSEN memastikan bahwa penyaluran bansos semakin terarah karena penerima ditetapkan berdasarkan desil 1–5 atau sesuai hasil asesmen terkini. Artinya, penerima bantuan sosial tidak bersifat permanen, melainkan dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Dinas Sosial Kabupaten Grobogan mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penerapan DTSEN melalui pemutakhiran data yang berkelanjutan, sehingga program bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Kolaborasi, data yang akurat, dan peran aktif masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan Grobogan yang lebih sejahtera.

 

 

Pada Selasa, 5 November 2025, Dinas Sosial Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan sembako bagi lanjut usia (lansia) sebagai bentuk nyata kepedulian dan kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan masyarakat di usia senja.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan, khususnya para lansia yang membutuhkan dukungan baik secara ekonomi maupun sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Ibu Indri Agus Velawati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan sembako ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan rasa aman dan kepedulian bagi masyarakat lanjut usia.
“Lansia merupakan bagian penting dari masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dan penghargaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan kebutuhan hidup sehari-hari serta memberikan semangat bagi para lansia agar tetap sehat dan bahagia di masa tua,” ungkap beliau.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako berisi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan lainnya. Selain sebagai bentuk dukungan material, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial dan gotong royong di tengah masyarakat Grobogan.

Dinas Sosial Kabupaten Grobogan terus berupaya mewujudkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepedulian dan kebersamaan dapat terus tumbuh, sehingga kesejahteraan sosial masyarakat Grobogan dapat terwujud secara berkelanjutan

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Ibu Indri Agus Velawati, S.E., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 13 November 2025 di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan.

Rakornas DTSEN 2025 mengusung tema “Statistik untuk Keadilan Sosial” yang menegaskan pentingnya data yang akurat, mutakhir, dan terpadu sebagai landasan dalam perumusan kebijakan dan pelaksanaan program-program kesejahteraan sosial di seluruh Indonesia. Melalui DTSEN, pemerintah berupaya memastikan setiap intervensi sosial dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Kepala Badan Pusat Statistik, serta para Kepala Dinas Sosial dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan arahan terkait strategi integrasi serta pemanfaatan DTSEN dalam pengelolaan program sosial di daerah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Ibu Indri Agus Velawati, menyampaikan bahwa partisipasi Grobogan dalam Rakornas ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional di bidang data kesejahteraan sosial.

“Dengan DTSEN, kami optimis pelayanan sosial di Kabupaten Grobogan akan semakin akurat, transparan, dan berkeadilan sesuai semangat Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025,” ujar beliau.

Melalui sinergi kuat antara Kementerian Sosial RI, BPS, dan pemerintah daerah, DTSEN diharapkan mampu menjadi fondasi satu data sosial ekonomi yang unggul dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Dinas Sosial Kabupaten Grobogan melalui Rumah Kreatif Grobogan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang kreatif dan berdaya saing melalui kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Anak Potensial. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya pemerintah daerah dalam menggali serta mengembangkan potensi anak-anak agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelatihan yang diikuti oleh 20 peserta anak potensial ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Anak-anak mendapatkan pembinaan langsung dari instruktur Rumah Kreatif Grobogan yang berpengalaman di bidang keterampilan dan seni. Melalui berbagai kegiatan praktik dan pembelajaran interaktif, peserta diajak untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam bidang keterampilan tangan, seni, dan kreativitas lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Grobogan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah pembentukan karakter dan pengembangan diri bagi anak-anak sejak dini.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap anak-anak Grobogan dapat menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Kreativitas dan keterampilan yang diasah sejak dini akan menjadi bekal berharga bagi mereka untuk mandiri dan berkontribusi positif di masa depan,” ujarnya.

Pelatihan keterampilan ini juga merupakan bagian dari program pengembangan sosial yang diinisiasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Grobogan dalam mendukung tumbuh kembang anak potensial. Selain melatih kemampuan praktis, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta semangat bekerja sama di antara para peserta.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak Grobogan dapat terus termotivasi untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan kemampuan diri mereka. Dinas Sosial Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mendorong pemberdayaan sosial dan pengembangan sumber daya manusia sejak usia dini.

Mari bersama kita dukung langkah kecil ini menuju masa depan yang lebih besar bagi anak-anak Grobogan — generasi yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Top